Selasa, 23 Oktober 2012

Sosialisasi Pedoman Uji Kompetensi, Sertifikasi dan Registrasi serta Pedoman Kerja MTKP





AKPER NEWS -- Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas perawat di Indonesia, khusunya di Bangka Belitung, MTKP Kepulauan Bangka Belitung bekerjasama dengan AKPER Pemkab Belitung menggelar Sosialisasi Pedoman Uji Kompetensi, Sertifikasi dan Registrasi di gedung AKPER Pemkab Belitung, Selasa (23/2012).

Acara di awali dengan sambutan segaligus MC oleh Direktur AKPER Pemkab Belitung, Bapak Joko Sarjono, SKM. Dalam sambutannya, beliau menyambut dengan gembira sosialisasi uji kompetensi, sertifikasi, dan registrasi yang dilakukan oleh MTKP Kepulauan Bangka Belitung. Beliau berharap agar nantinya mahasiswa lulusan AKPER Belitung menjadi perawat yang frofessional.

Hadir  sebagai pembiacara Bapak H Burhasan, SKM sebagai ketua  MTKP Kepulauan Bangka Belitung. Dalam materi yang disampaikan oleh Bapak H Burhasan, SKM, ia menjelaskan tentang pedoman untuk penyelenggaraan uji kompetensi, sertifikasi, dan registrasi bagi perguruan tinggi kesehatan, khususnya AKPER dan bagi mahasiswa.

Hal ini dilatar belakangi oleh:
  • Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional
  • Dibutuhkan upaya peningkatan profesionalisme di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) kesehatan

  • Perlu didukung komitmen yang tinggi oleh semua pihak terhadap profesionalisme dan etika tenaga kesehatan dalam melaksanakan upaya pelayanan kesehatan.
  • Sebagai suatu negara yang meratifikasi kesepakatan World Trade Organization (WTO), Indonesia terikat untuk melaksanakan proses globalisasi dan berkewajiban membuka perekonomian nasional
  •  Salah satu bagian dari kesepakatan ini adalah proses globalisasi di bidang jasa kesehatan melalui proses ”Mutual Recognition Arrangement” (MRA) yaitu proses pengakuan terhadap kompetensi profesi kesehatan.
  • Seorang tenaga kesehatan harus benar-benar teruji kompetensinya melalui uji kompetensi yang dilaksanakan oleh MTKI.
  • Tenaga kesehatan yang telah lulus dalam proses tersebut akan diberikan Sertifikat Kompetensi sebagai bukti pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki, dan menjadi landasan registrasi dan lisensi/perizinan untuk melakukan pekerjaan profesi.
  • Perpres No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), mengatur tentang penjenjangan kualifikasi yaitu mulai jenjang kualifikasi 1 (jabatan operator) sampai dengan jenjang kualifikasi 9 (jabatan ahli). 


Tujuan:
  • Tujuan yang ingin dicapai dari diterbitkannya pedoman uji kompetensi, sertifikasi dan registrasi tenaga kesehatan adalah:
  • Digunakannya pedoman ini dalam pelaksanaan kegiatan uji kompetensi tenaga kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  • Digunakannya pedoman ini dalam pelaksanaan kegiatan sertifikasi tenaga kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  • Digunakannya pedoman ini dalam pelaksanaan kegiatan registrasi tenaga kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Bagan Alur Uji Kompetensi Bagi Peserta Didik Perguruan Tinggi Bidang Kesehatan


            
Beliau juga mengharapkan ke depannya agar perguruan tinggi kesehatan yang ada di Bangka Belitung ini menjadi perguruan tinggi kesehatan yang memang benar-benar memiliki daya saing yang tinggi, setara dengan lulusan-lulusan perguruan tinggi kesehatan yang ada di luar Bangka Belitung. Sehingga nantinya, kita (di Babel) untuk SDM-SDM kesehatan lahir dari lulusan local, dan juga orangnya – pun ‘lokal’.
(el-rayyan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar