Sabtu, 08 Juni 2013

KM AKPER Belitung Peringati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1434 H

 “Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”
 (QS. Al-Isra’: 1)

 

AKPER NEWS - - Dalam rangka memperingati hari besar Islam (PHBI), Keluarga Mahasiswa (KM) AKPER Pemkab Belitung memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1434 H, di Masjid Al-Ikhwah Komplek TNI AU Lanud Hanandjoedin - Belitung, Jum'at (07/06/2013).

Kegiatan tersebut diisi dengan ceramah agama yang diampaikan oleh Ust. Riswanto, yang dalam ceramahnya menyampaikan materi ceramahnya tentang "Hikmah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW".



Isra' Mi'raj berawal dari kesedihan yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW, atau yang sering dikenal dengan tahun kesedihan. Hal ini dikarenakan pada tahun tersebut, nabi ditinggalkan oleh Abu Thalib, paman Nabi Muhammad (SAW) wafat. Abu Thalib adalah kerabat Nabi (SAW) yang juga sosok pelindung badani Muhammad (SAW) dari orang-orang kafir. Maka sepeningal Abu Thalib orang-orang kafir semakin menjadi-jadi memusuhi Muhammad (SAW), tidak lama kemudian beliau ditinggalkan oleh istrinya Khodijah yang dipanggil Allah SWT. Oleh karena itulah, kemudian nabi dihibur oleh Allah SWT dengan di isra' dan di mi'rajkan, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso, dan kemudian dinaikkan ke Sidrotul Muntaha (langit ke 7).




     Di antara hikmah terpenting dari isra' mi'raj tersebut adalah penetapan jumlah kewajiban shalat menjadi 5 waktu. Ketika Rasulullah sampai di Sidratul Muntaha dan menghadap kepada Allah, lalu Allah menurunkan syariat shalat 5 waktu kepada Rasulullah SAW dan kepada para umatnya. Dan perintah shalat yang Rasulullah terima menjadi perintah yang Rasulullah pegang erat dan Rasulullah teguhkan kepada umatnya agar jangan sampai umatnya melalaikannya, karena ibadah shalat menjadi kunci utama diterimanya amalan-amalan umatnya yang lainnya hingga sampai Rasulullah mewasiatkannya pada detik-detik meninggalnya Rasulullah saw.
(elrayyan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar